Pendakian Kelud (Sylveonn's)

haii teman-tema an semua, di blog kali ini saya akan membagikan beberapa kegiatan atau pengalaman saya. 

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mendaki gunung Kelud via Karangrejo, desa garum Blitar. 

Saya memang sangat suka sekali dengan kegiatan mendaki gunung karena kegiatan ini bisa memberikan rasa tenang dan bahagia setiap melihat pemandangan alam yang sangat indah. 

Di malam hari sebelum memulai pendakian aku dan teman-teman memutuskan untum membeli logistik untuk kebutuhan pasokan energi selama pendakian. 

Setelah membeli beberapa logistik yang dirasa sudah cukup aku, Lionel dan Marco pun berkumpul di rumahku untuk membahas keperluan yang dibutuhkan untuk pendakian besok pagi. Tidak terasa sudah larut malam, Lionel memutuskan pulang sedangkan Marco menginap dirumahku.

Aku dan Marco bangun pukul 3 pagi, kami pun bersiap-siap menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Setelah sholat subuh sekitar pukul setengah 5 lionel dan arya pun datang kerumahku. Sebelum berangkat, kami memutuskan untuk memasak mie terlebih dahulu untuk tambahan logistik selama pendakian. 

Setelah semua telah siap, kami berangkat dari rumahku menuju basecamp/pos perijinan pendakian gunung Kelud yang terletak di desa Garum, Blitar. Kurang lebih kami menempuh perjalanan menuju ke basecamp selama 50 menit. Sesampainya di basecamp kami langsung melakukan registrasi dengan biaya 10k/orang. Setelah menitipkan helm, kami pun langsung menuju ke pos 1 Garuda Yeksa menggunakan motor. Pada perjalanan menuju pos 1 kami melihat perkebunan nanas dan gunung Kelud yang sudah mulai terlihat. Namun, jalan menuju pos 1 sangatlah berdebu dan dipenuhi pasir juga bebatuan besar. Di sinilah banyak pendaki yang mengalami ban bocor, mogok, dan menyangkut. Kami pun berusaha melewati jalan ekstrem tersebut dengan hati-hati. 



Seperti itulah gambaran kualitas jalan menuju ke pos 1. Disini diperlukan skill mengendara diatas rata-rata untuk bisa melewati jalan tersebut sepanjang 8 kilometer. 


Setelah melewati jalan penuh rintangan ekstrem, kami pun sampai ke pos 1 Garuda Yeksa. Kamipun memarkir motor dan segera menuju ke pintu rimba untuk memulai pendakian kali ini, bagian paling penting sebelum memasuki pintu rimba adalah berdoa agar diberi keselamatan baik berangkat maupun pulang. 
Kami berlima pun berdoa kepada Allah dengan khidmat dan khusyuk. Sebelum memulai pendakian kami pun memutuskan untuk berfoto sebagai bukti untuk mengabari orang tua masing-masing. 




Pada perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 kita melewati track yang sedikit menanjak di awal, lalu landai hingga pos 2. Kita juga melewati jalur dengan vegetasi hutan yang rapat. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pos 2. Dari pos 2 menuju pos 3 juga ditempuh dengan jalur yang sangat landai, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Dari pos 3 menuju pos 4 kita mulai diberikan pemandangan dan spot foto yang sangat indah, kami benar benar menikmati perjalanan dari pos 3 menuju pos 4. 



Sesampainya di pos 4 membutuhkan waktu sekitar 30 menit, di pos 4 inilah banyak pendaki yang mendirikan tenda, lokasi ini sangat strategis untum mendirikan tenda karena terdapat tanah yang datar dan luas serta terdapat mata air dewi Kilisuci, bagi para pendaki yang membutuhkan air bisa mengambil air ke mata air ini dengan menempuh jarak yang lumayan jauh. Di pos 4 kami berlima memutuskan untuk makan dan beristirahat sejenak karena setelah pos 4 inilah jalur yang sesungguhnya akan ditempuh. 

Setelah dirasa cukup beristirahat selama 15 menit, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan dari pos 4 sangat ekstrem dan menanjak, banyak tali tambang terikat untuk memudahkan pendaki. Tidak hanya tali tambang, juga terdapat total 4 anak tangga yang harus dilalui untuk menuju puncak bayangan. 



Namun, walaupun terus menanjak kami tidak merasa kelelahan karena kami benar-benar menikmati pemandangan alam yang dipenuhi tanaman berwarna hijau yang sangat eksotis. Dengan melihat pemandangan alam, kami seperti mengisi energi kembali dan bersemangat menuju puncak. 




Setelah perjalanan yang lumayan penjang, kami pun tiba di puncak bayangan, di puncak bayangan ini tidak terdapat pohon yang menutupi sinar matahari. Disinilah matahari terasa sangat panas dan menyengat hingga menyebabkan dehidrasi. Track sebelum puncak bayangan pun dipenuhi pasir dan batu putih yang sangat berdebu, mirip letter E di gunung Rinjani. Disini lumayan sulit untuk melangkah karena track dipenuhi pasir akan membawa kaki kita longsor kebawah lagi. Pemandangan alam di puncak bayangan sangatlah indah. 


Setelah puncak bayangan, kami melanjutkan perjalanan dengan menuruni lereng menggunakan tali tambang. setelah menuruni lereng kita melewati lembah Jotosuro yang sangat indah. Disini, aku tidak berhenti mengucap Subhanallah saking indahnya alam yang sudah diciptakan Tuhan. 









Selama satu jam perjalanan menuju puncak Lembusuro, selain pemandangan alam yang indah kita juga melalui track yang sangat ekstrem dengan kemiringan yang curam. Disini banyak sekali sepatu pendaki lain  yang rusak karena tidak kuat menahan beban tubuh di kemiringan yang curam. Termasuk sepatu salah satu teman kami yaitu Arya juga menjadi korban keganasan track menuju puncak. Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang dan usaha yang gigih, kami pun berhasil menapakkan kaki di puncak gunung Kelud. 
















Sebuah perjalanan yang panjang dan akan menjadi cerita seumur hidup ini memiliki arti seperti ebuah penelitian yang dilakukan oleh Nancy E. Smith dan Kenneth I. Maton dari University of Maryland College Park (2017) menyimpulkan bahwa mendaki gunung dapat membantu seseorang untuk mengeksplorasi sifat asli mereka. Penelitian ini menggunakan metode wawancara untuk mengetahui bagaimana mendaki gunung mempengaruhi minat dan perilaku individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mendaki gunung dapat membantu seseorang untuk mengetahui lebih banyak tentang dirinya sendiri dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan sifat asli mereka.

Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh F. Thomas Gable dari University of North Carolina pada tahun 2008 juga menemukan bahwa mendaki gunung dapat membantu seseorang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sifat asli mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data tentang bagaimana mendaki gunung mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendaki gunung dapat membantu seseorang untuk mengembangkan sikap positif dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.


Terimakasih untuk lima teman yang sudah saling membantu dan mendukung selama perjalanan ini, jika sudah mendaki gunung bersama maka kita bukan teman lagi, melainkan sahabat. Sampai bertemu di mdpl selanjutnya. 



"Mendaki gunung adalah seni menyusahkan diri sendiri yang takkan dimengerti oleh orang-orang yang tak menjalani" -Fiersa Besari. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian Praktek Pendidikan Pancasila